[Tanya] Rencana Pembangunan Jalan Tol
abeng mahoni:
Sebelumnya saya ucapkan salam kenal kami dari blok mahoni.
Kami mendengar di tahun mendatang akan dibangun jalan tol yang melewati perumahan taman royal, kami merasa resah akan kabar tersebut, yang kami akan tanyakan pada teman2 forum ini ialah, apakah benar kabar tersebut? Kabarnya blok mahoni akan dikenakan garis jalan tol?
Mohon share di sini yah bapak2...
Terima kasih...
wasalam,
warga mahoni.
Admin:
Salam kenal bung Abeng :)
Selamat bergabung di forum ini.
Saya pribadi sih belum dengar tuh mengenai rencana jalan tol melewati Taman Royal. Kalaupun benar kabar tersebut, seharusnya merupakan berkah bagi kita semua karena menjadi nilai tambah yang akan menaikkan nilai jual rumah kita.
Mungkin rekan2 yang lain dapat memberikan tambahan informasi lainnya.
ro_q:
Salam kenal jg bung Abeng, Wah baru denger tuh, kalo dilihat dari lokasi kayaknya gak mungkin deh jalan tol lewat perum.taman royal trus mau nyambung ke tol yg mana? Setahu saya kalo pun ada rencana pembangunan jalan tol yakni jalon tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) yang nantinya tembus dari Jalan Benteng Betawi, kalo sekarang kan jalan arteri Benteng Betawi itu baru sampe Poris, nantinya akan tembus melewati Semanan trus ke JORR. tp gak tau progress nya sampe dmn katanya sih 2009 baru selesai.
Mungkin ada yg tau info ttg jalan tol melewati taman Royal ? bagi2 infonya ya
Hadie_cemara:
Salam semuanya...
Kalo boleh menambahkan, sebenarnya isu akan dibangun jalan tol melalui
Taman Royal 3 (belakang Pinus & Mahoni) sudah lama terdengar, dan
saya juga (dulu) sudah pernah posting masalah ini...
Begini, isunya jalan tol itu adalah Terusan Jalan Tol Serpong - Bandara.
Namun, kemungkinan jalan tol itu melalui belakang Taman Royal 3, masih fifty2,
Pengerjaan jalan tol itu sendiri sudah mulai dilaksanakan,
Bagi teman2 yang sering melintasi jalan tol jakarta merak, pasti melihat
pembangunan fly over di +- KM 16 (kalo dari arah kebon nanas cikokol, lokasinya
sebelum rest area, klo dari arah jakarta lokasinya setelah rest area).
Nah, fly over itu adalah cikal bakal Jalan Tol Serpong - Bandara.
Fly over itu nantinya yang ke arah Serpong melalui belakang Serpong Plaza,
Perbatasan Bintaro Sektor 9 dan Alam Sutera, nyambung ke arah BSD Timur,
terus Tol Serpong Jakarta.
Sedang yang ke arah Bandara, nantinya melalui belakang rest area, tanah kosong
kompleks DPR, setelah komplek DPR itu ada 2 kemungkinan,
Kemungkinan pertama akan melalui akses gerbang tanah kosong kompleks DPR,
nyambung ke jalan raya situ cipondoh, belok kanan arah poris ampera,
nyambung ke jalan benteng betawi, via pintu air - bandara.
Kemungkinan kedua, dari tanah kompleks DPR akan lurus melalui belakang situ
cipondoh, belakang taman royal 2, samping banjar wijaya, melalui gang jambu
(atau gang mangga, gak terlalu hafal), belakang pinus, mahoni, tembus jalan
benteng betawi, pintu air, bandara.
Dengan demikian, saya mengatakan kemungkinan melalui taman royal 3 masih
fifty2 (50%). Dari kemungkinan itu, saya melihat kemungkinan yang pertama
sepertinya hampir mendekati kebenaran, karena melihat struktur dan infrastruktur
yang ada sekarang, seperti akses dari jalan raya situ cipondoh masuk ke tanah
kosong bakal kompleks DPR sudah diperlebar dan dibagusin, juga adanya pelebaran
jalan arah poris ampera dengan cara dibeton, dan kalau melalui akses ini
akan link dengan jalan benteng betawi yang nantinya akan tembus ke arah
puri kembangan, cengkareng, pesing dan link juga dengan jalan tol
interchange puri kembangan (bandara - kamal - cengkarenag - puri indah -
meruya - mega kebon jeruk - kebayoran lama - pondoh indah) yang juga sedang
dibangun, sepertinya ini yang masuk akal.
Tapi apapun kemungkinannya, yang jelas, seperti yang dikatakan bung ADMIN,
dengan adanya Jalan Tol tersebut pasti akan memberi nilai tambah buat
perumahan TAMAN ROYAL kita ini, hehehe......
Mudah-mudahan, ALAMAAKKK.......!!!
Salam
Admin:
Akses Warga Tangerang Ke Bandara Akan Makin Mudah
[Arsip Lama] Feb 18, 2008 - Frida, warga Tangerang, kecewa karena setiap kali mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan akan pulang ke rumahnya di Serpong, dia naik taksi yang harus memutar ke Jakarta. "Bayangkan, lokasi bandara ada di Tangerang, tapi mengapa warga Tangerang harus lewat Jakarta dulu agar bisa sampai di rumahnya?" tanya Frida.
Ironis, warga Tangerang yang mendarat di bandara yang berlokasi di Tangerang pulang harus lewat Jakarta dulu.
Namun, keluhan semacam ini akan hilang jika dua jalan baru yang aksesnya langsung ke Bandara Soekarno-Hatta selesai dibangun. Kedua akses baru ini sama-sama lewat gerbang utama, bukan lewat pintu belakang M1, agar tidak mengganggu keamanan bandara.
Pemerintah Kota Tangerang dalam waktu dekat membangun jalan akses baru ke bandara. Jalan sepanjang 7 kilometer dengan lebar 18 meter ini adalah jalan arteri primer.
Jalan ini dibangun mulai dari Ciledug, lalu memotong Jalan Tol Tangerang-Jakarta di Kilometer 11, berlanjut ke utara dengan memanfaatkan jalan utama milik pengembang Puri Metropolitan dan Dasana Puri yang lahannya saat ini masih kosong.
"Jalan arteri ini selanjutnya menyambung ke jalan di perumahan Poris Indah di Cipondoh, memotong Jalan Daan Mogot di daerah Warung Gantung di perbatasan Kota Tangerang dan DKI Jakarta, lalu mengikuti saluran irigasi, menembus perumahan Duta Gardenia di Batuceper, dan menyambung ke Jalan Husein Sastranegara," papar Kepala Subbidang Prasarana dan Sarana, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Hadi Baradin dalam percakapan dengan Kompas, Kamis (31/1) siang.
Jalan arteri ini berujung di Jalan Tol Sedyatmo sehingga pengendara dapat masuk ke bandara melalui gerbang utama. Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, pertengahan Januari, meninjau rencana jalan arteri non-tol dan segera merealisasikannya. Pembangunan jalan arteri ini tidak memakan banyak tanah warga. Hal itu karena Pemkot Tangerang memanfaatkan jalan utama di sejumlah perumahan sehingga lebih cepat diwujudkan.
Bagi pengembang yang membangun perumahan Puri Metropolitan, Dasana Puri, Poris Indah dan Duta Gardenia, yang dilintasi jalan arteri ini, dibukanya akses langsung ke bandara justru menguntungkan kawasan mereka karena akan meningkatkan nilai properti.
Bukan hanya itu. Warga Ciledug juga diuntungkan karena akses ke bandara lebih mudah.Warga Tangerang lainnya juga dapat menuju bandara melalui tol Tangerang dan berbelok ke kiri di Km 11. Ini merupakan terobosan baru yang dilakukan Pemkot Tangerang dan Pemprov Banten untuk memberi kemudahan kepada masyarakat Tangerang yang akan ke bandara atau pulang dari bandara.
Akses JORR 2
Jalan akses lainnya ke bandara yang saat ini disiapkan adalah Jalan Tol Lingkar Luar (Jakarta Outer Ring Road/JORR 2) dari Kunciran, Cipondoh, yang memotong Jalan Tol Tangerang-Jakarta di Km 15,4, lalumelintas di perumahan antara Banjar Wijaya dan Kota Modern, memotong Jalan Daan Mogot, tak jauh dari jembatan Mookervaart di Batuceper, lalu mengikuti alur selatan dan timur bandara, masuk ke jalan layang Benda yang segera dibangun, dan memotong Jalan Tol Sedyatmo. Pengendara masuk bandara lewat gerbang utama.
JORR 2 ini merupakan lanjutan jalan tol Tanjung Priok-Cilincing- Cibitung-Jagorawi-Cinere-Serpong yang berlanjut ke Kunciran, Cipondoh, hingga bandara. Badan Pengatur Jalan Tol Departemen Pekerjaan Umum menargetkan JORR 2 selesai tahun 2010.
Pengembang yang membangun perumahan Alam Sutera menyediakan lahannya untuk pembangunan interchange di Km 15,4. Salah satu pintu masuk dan keluar tol JORR 2 ini memang berlokasi di perumahan Alam Sutera.
Pengembang ini bahkan sudah memasarkan sentra bisnis dengan menyebutkan memiliki akses langsung ke jalan tol. Akses dari Alam Sutera ini, selain menembus ke bundaran di Jalan Raya Serpong, juga ke jalan arteri di sisi tol yang akan dibangun, menembus ke Jalan Kyai Maja, di samping PT Tifico, Kota Tangerang.
Untuk mendukung dua akses baru ke bandara ini, Pemkot Tangerang juga meminta Pemprov Banten membantu menata desain geometrik Simpang Tanah Tinggi dan Simpang Kebon Besar di Batuceper, Tangerang, agar lalu lintas tidak semrawut.
Pembangunan infrastruktur diyakini akan mampu menghidupkan sebuah kota. Demikian pula jika JORR 2 Kunciran-Bandara dan jalan arteri non- tol selesai dibangun, akses warga Tangerang dan warga Banten ke dan dari Bandara Soekarno-Hatta akan semakin mudah.
Yang menarik, lahan kosong di Cipondoh milik pengembang antara Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Daan Mogot, yang selama ini seakan mati, akan "hidup" dan berubah menjadi daerah "emas". Bisnis properti di kawasan antara JORR 2 dan jalan arteri akan semakin semarak!
Lihat juga: BPJT: Pembangunan JORR 2 Selesai Tahun 2010
Navigation
[0] Message Index
[#] Next page